Senin, 22 November 2010

Kumpulan Cerita yang dapat memancing ketawa PART 13

Sifat manusia dilihat dari kentutnya
1. Orang TIDAK JUJUR
Orang yang kalau kentut lalu menyalahkan orang lain.
2. Orang GOBLOG
Orang yang menahan kentutnya sampai berjam-jam.
3. Orang BERWAWASAN LUAS
Orang yang tahu kapan harus kentut.
4. Orang SENGSARA
Orang yang ingin kentut tapi tidak bisa kentut.
5. Orang MISTERIUS
Orang yang kalau kentut, orang lain tidak ada yang tahu.
6. Orang GUGUP
Orang yang tiba-tiba menahan kentutnya saat lagi kentut.
7. Orang yang PERCAYA DIRI SENDIRI
Orang yang selalu mengira kalau kentutnya bau harum.
8. Orang SADIS
Orang yang kalau kentut di ranjang terus dikibaskan spreinya ke ranjang
orang lain.
9. Orang PEMALU
Orang yang kalau kentut tidak bunyi tapi lalu merasa malu sendiri.
10. Orang yang STRATEGIS
Orang yang menyembunyikan kentutnya dengan tertawa terbahak-bahak
biar orang lain tidak dengar.
11. Orang BODOH
Orang yang kalau habis kentut menghirup nafas untuk mengganti kentutnya
yang keluar.
12. Orang PELIT.
Orang yang kalau kentut di keluarkan dikit-dikit, sampai bunyi "tit-tit-tit"
13. Orang SOMBONG
Orang yang sering mencium kentutnya sendiri
14. Orang RAMAH
Orang yang senang mencium kentutnya orang lain.
15. Orang yang tidak senang BERGAUL
Orang yang kalau kentut sembunyi.
16. Orang AKUATIK
Orang kalau kentut di dalam air sampai bunyi "blekuthuk-blekuthuk"
17. Orang ATLETIS
Orang kalau kentut sambil mengeluarkan tenaga dalam.
18. Orang JUJUR
Orang yang mengaku kalau habis kentut
19. OrangPINTER
Orang yang bisa menandai bau kentutnya orang lain.
20. Orang SIAL
Orang yang kalau kentut keikutan ampasnya.


Jangan boros pakai gigi
Ada seorang bapak dari desa Anu di dekat Sorong (Irian Jaya) mendapatkan
undian dari sebuah produk makanan.
Ternyata ia mendapatkan sebuah sepeda motor keluaran tahun terakhir.
Tentu saja sang Bapak sangat senang dan bangga karena di desanya jangankan sepeda motor, sepeda kumbang pun jarang yg punya.
Singkat cerita sang Bapak pun mengajak
anak laki-lakinya yg baru kelas 6 SD untuk berkeliling desa naik motor tsb.

Diperjalanan sang anak heran karena ayahnya kok terus menerus pakai gigi
satu gas pun terus dipacu sampai bunyinya menderu -deru tapi sang Bapak
tsb tdk mengover ke gigi dua.
Akhirnya sang anakpun protes "Pak giginya
itu diganti...!" tapi anehnya sang Bapak tidak menuruti malah memacu gas
hingga suara mesin motor tsb sudah mirip suara Singa yg mengaum.
Melihat hal tsb sang anak kembali protes dgn nada yg sama "Pak giginya itu
diganti...lah !" berkali-kali.
Mendengar protes yg bertubi-tubi dari anaknya
akhirnya sang Bapak pun menjawab dengan nada setengah marah

" Hai Nak, kamu boros sekali gigi satu dulu dipakai sampai habis baru pakai
gigi dua..!"





Pengalaman Kakek
Suatu ketika ada seorang penjual topi yang berjalan melintasi hutan. Cuaca saat itu sangat panas. Ia lalu memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya.

Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut. Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon. Ia mendongak ke atas. Betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet. Dan, semua monyet itu mengenakan topi-topinya.

Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sekarang sedang dibuat main-main oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garukkan kepalanya. Lalu ia melihat monyet-monyet itu ternyata menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Dan monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama. Aha..! Ia pun mendapat ide..! Lalu ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah. Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topi-topinya. Ia pun melanjutkan perjalanannya.

Lima puluh tahun kemudian, cucu dari si penjual topi itu juga menjadi seorang penjual topi juga dan telah mendengar cerita tentang monyet-monyet itu dari kakeknya.

Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama. Udara sangat panas. Ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Sekali lagi, ketika terbangun ia menyadari kalau monyet-monyet telah mengambil semua topi-topinya. Ia pun teringat akan cerita kakeknya. Ia mulai menggaruk-garuk kepala, dan monyet-monyet itu menirukannya. Ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu masih menirukannya. Nah, sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya. Kemudian ia melempar topinya ke tanah.

Tapi kali ini ia yang terkejut karena monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegangi topi itu erat-erat. Kemudian, seekor monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu pedagang topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata, "Emangnya elo aja yang punya kakek...?"



0 komentar:

Poskan Komentar